Pasar kripto belakangan ini diramaikan oleh persaingan antara dua platform perdagangan perpetual, Aster dan Hyperliquid. Keduanya sukses mencuri perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Namun, di tengah rivalitas tersebut, proyek BlockDAGjustru berhasil mencuri spotlight dengan menjalin kerja sama dengan tim BWT Alpine di ajang Formula 1
Aster Kian Perkasa, Hyperliquid Kehilangan Tenaga
Dominasi Hyperliquid mulai terkikis sejak Aster meluncurkan TGE pada pertengahan September lalu. Kini, jarak keduanya semakin melebar. Berdasarkan data terbaru dari DeFiLlama, volume harian Aster mencapai US$65 miliar, sedangkan Hyperliquid hanya US$7 miliar—terpaut hampir delapan kali lipat.
Tidak hanya dari volume, pergerakan token asli keduanya juga menunjukkan perbedaan yang mencolok. HYPE cenderung sideways selama sebulan terakhir dan merosot ke US$45 pada akhir September. Sebaliknya, ASTER melesat lebih dari 2000 persen dalam periode yang sama dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,8.
Performa tersebut membuat perhatian investor lebih banyak tertuju pada ASTER. Meski begitu, Hyperliquid masih menyimpan potensi. Platform DEX ini baru saja meluncurkan fitur inovatif berupa permissionless spot quote asset, serta melangkah lebih jauh dengan peluncuran stablecoin USDH.
Inovasi ini menunjukkan bahwa Hyperliquid belum sepenuhnya kehilangan daya saing. Dengan ekosistem yang terus berkembang, proyek ini masih berpotensi bangkit dan kembali merebut pangsa pasar yang sempat dikuasainya.
Bahkan, tokoh terkemuka seperti Cathie Wood menilai prospek jangka panjang Hyperliquid tetap menarik. Meski saat ini posisinya tertinggal jauh dari Aster, langkah-langkah strategis yang diambil bisa menjadi pijakan untuk mengejar ketertinggalan di masa depan.
BlockDAG Gandeng BWT Alpine F1
Di tengah persaingan ketat antara Aster dan Hyperliquid, proyek BlockDAG mengambil langkah yang tak kalah menarik. Mereka baru saja menjalin kemitraan dengan tim BWT Alpine F1®, menjadikannya mitra eksklusif Layer-1 blockchain untuk beberapa musim Grand Prix mendatang.
Kolaborasi ini juga memanfaatkan jangkauan global Formula 1 untuk meningkatkan visibilitas sekaligus menghubungkan teknologi blockchain dengan keterlibatan nyata melalui berbagai pengalaman interaktif.
“Kerja sama antara BlockDAG dan BWT Alpine bertujuan untuk memperluas eksposur ke audiens global. Kami juga akan menghadirkan beragam inisiatif, mulai dari simulator balap hingga pengalaman eksklusif bagi para penggemar,” tulis keterangan di situs BlockDAG.
Selain itu, integrasi digital menjadi bagian penting dari strategi ini. Hackathon dan program untuk pengembang akan digelar guna menjembatani talenta teknis dengan audiens motorsport, menciptakan titik temu antara teknologi Web3 dan dunia olahraga.
Pengumuman yang dilakukan menjelang Grand Prix Singapura ini menunjukkan perhitungan matang. BlockDAG tidak hanya ingin dikenal sebagai proyek blockchain biasa, tetapi juga menempatkan diri sebagai salah satu kripto prospektif pada 2025.
BlockDAG Raup US$413 Juta dari Presale
Selain menjalin kemitraan besar dengan BWT Alpine F1, BlockDAG juga mencatat hasil impresif pada fase presale. Hingga kini, proyek ini telah mengumpulkan lebih dari US$413 juta dengan total 26 miliar BDAG yang berhasil terjual.
Saat ini, masih tersisa sekitar 16,13 juta BDAG yang diperdagangkan pada harga US$0,0013 per koin di fase presale. Momentum ini semakin diperkuat oleh kolaborasi besar bersama tim F1 asal Eropa, yang memberi eksposur lebih luas bagi BlockDAG.
Tak berhenti di sana, BlockDAG baru saja meluncurkan Awakening Testnet, sebuah pembaruan penting yang menandai langkah maju dalam pengembangan ekosistemnya. Kehadiran testnet menjadi sinyal bahwa proyek tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada utilitas dan kesiapan teknologi.
Dengan dominasi Aster yang kian menguat, Hyperliquid yang berusaha bangkit lewat inovasi, serta BlockDAG yang mencuri spotlight melalui kolaborasi global dan presale masif, lanskap kripto 2025 terlihat semakin dinamis.












